Bersinergi dengan KPA dan Dinkes Pekanbaru

Wawako Pekanbaru Buka Goes to School Penyuluhan Pencegahan HIV AIDS dan IMS dI SMPN 42, Beginilah Penjelasannya

Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru menggelar kegiatan Goes to School penyuluhan pencegahan HIV AIDS kepada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMP Negeri 42 Kota Pekan

Laporan: Mustakim 

Pekanbaru

PEMERINTAH Kota Pekanbaru melalui Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru menggelar kegiatan Goes to School penyuluhan pencegahan HIV AIDS kepada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMP Negeri 42 Kota Pekanbaru, Jumat  (/7/2026). Kegiatan ini diikuti ratusan murid dan majelis guru. 

‎Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, Narasumber, drg. Helda Surya Munir dan dr Dedy Khairul Ray, Sekretaris KPA Pekanbaru, Ferlan Niko,  Bendahara KPA Pekanbaru, Farid Rahman Dinata, Kabid SMP Disdik, Desi para Komisioner KPA Pekanbaru. 

‎Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Walikota Pekanbaru, Markarius Anwar yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Kota Pekanbaru.

‎Dalam sambutannya, Markarius Anwar menjelaskan bahwa hari ini KPA kolaborasi dengan Dinkes Pekanbaru goes to school dalam memberikan penyuluhan kepada siswa-siswi sekaligus penutupan MPLS di SMP Negeri 42 Pekanbaru. 

‎"Alhamdulillah pada penyuluhan tadi kita turut didampingi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Pak Dedy Sambudi. Selain itu, ada dokter Ray dan Buk Helda yang memberikan pemahaman kepada murid-murid dan majelis guru di tutup dengan ceramah terkait prilaku-prilaku menyimpang, " ujar Markarius Anwar.

‎Menurutnya, sosialisasi ini tidak hanya membahas tentang HIV/AIDS, tetapi juga mengingatkan generasi muda agar menjauhi perilaku berisiko yang dapat berdampak buruk bagi masa depan. Ia menekankan pentingnya menjaga pergaulan, menghindari seks bebas, penyalahgunaan lingkungan berisiko, serta berbagai perilaku yang dapat meningkatkan potensi penularan penyakit.

‎"Kami ingin menggugah kesadaran generasi muda agar memikirkan masa depan mereka dan harapan orang tua. Sebentar lagi mereka akan memasuki dunia perkuliahan dan hidup lebih mandiri. Karena itu, mereka harus memahami sejak dini berbagai risiko yang mungkin dihadapi dan bagaimana cara menghindarinya," jelas Markarius.

‎Markarius juga  berharap kedepan edukasi sejak dini agar anak-anak kita hal-hal yang menyebabkan resiko penularan terhadap HIV/AIDS dan juga menghindari perilaku-perilaku menyimpang seperti LGBT yang telah dijelaskan tadi. 

‎"Kami mengajak kepada seluruh siswa untuk selalu menjaga diri, aurat dan pergaulan. Jika ada di lingkungan sekitar kita siapapun yang menyentuh bagian sensitif segera laporkan kepada orang tua kalau di sekolah majelis guru agar segera mengambil kebijakan jangan sampai dibiarkan, " imbau Markarius.

‎Selanjutnya, kepada seluruh majelis guru apabila ada aduan dari anak-anak perilaku-perilaku menyimpang segera ditindaklanjuti atau direspon jangan didiamkan tentu disamping itu juga pihak KPA turun dalam melakukan pendampingan-pendampingan kedepannya. 

‎Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi menyebutkan bahwa pihak nya berkolaborasi dengan KPA Pekanbaru melakukan penyuluhan bagi siswa-siswi SMP. Kepada murid-murid sekolah menengah pertama ini diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

‎"Kami sengaja turun ke sekolah-sekolah menyampaikan penyuluhan secara langsung kepada adik-adik memberikan pemahaman pencegahan bahaya perilaku-perilaku menyimpang di lingkungan sekolahnya. Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali mereka dengan pemahaman tentang ketahanan diri dalam menghadapi berbagai risiko penyakit menular, termasuk HIV/AIDS," terang Dedy Sambudi.

‎Untuk memperkuat pemahaman peserta, panitia juga menghadirkan drg. Helda Surya Munir dan dr Dedy Khairul Ray. Para peserta diberikan penjelasan mengenai HIV/AIDS, cara penularan, langkah pencegahan, hingga sesi dialog interaktif untuk menjawab berbagai pertanyaan yang muncul dari kalangan pelajar.

‎Kepala Sekolah SMP Negeri 42 Pekanbaru, Misrawati menyampaikan bahwa dari pihak sekolah sangat bersyukur sekali alhamdulillah pada hari ini dari Dinkes dan KPA Pekanbaru memberikan pembelajaran bahaya HIV AIDS kepada murid-murid kami tentu kami sangat senang sekali.

‎"Kami dari pihak sekolah mengucapkan terima kasih kepada bapak Wakil Walikota Pekanbaru Markarius Anwar serta Sekretaris Dinas Kesehatan bapak Dedy Sambudi yang telah memberikan penyuluhan kepada murid-murid kami yang hadir 975 orang jika termasuk majelis guru hampir seribu.

‎Kami berharap juga kepada pihak Dinas kesehatan dan KPA Pekanbaru agar kegiatan ini terus berlanjut. Karena kami juga terbantu dalam memberikan pemahaman kepada murid-murid terkait perilaku-perilaku yang menyimpang di lingkungan sekolah. Mudah-mudahan anak- anak bisa paham apa yang fisah disampaikan terkait hal yang menyimpang dan akan selalu berhati-hati lagi, " tuturnya. ***

 


Berita Lainnya...

Tulis Komentar